Makanan Korea / Sikhye: Minuman Nasi Manis, Malt Jelai dan Perbedaannya
Sikhye adalah minuman tradisional Korea yang dibuat manis dengan mengolah nasi menggunakan air malt jelai. Aromanya lembut seperti biji-bijian dan sering disajikan dingin setelah makan bersama butiran nasi. Yeotgireum adalah jelai yang dikecambahkan lalu dikeringkan, bukan minyak, dan berperan dalam pembentukan rasa manis.
Bagaimana malt membuat nasi manis?
Memasukkan nasi biasa ke air tidak langsung menghasilkan rasa manis sikhye. Enzim dalam malt memecah pati nasi menjadi gula yang lebih kecil. Perubahan pati menjadi gula ini disebut sakarifikasi; enzim membantu perubahan tersebut terjadi.
Materi Badan Pengembangan Pedesaan Korea tentang malt jelai (bahasa Korea) menjelaskan jelai berkecambah yang dikeringkan sebagai sumber enzim pemecah pati. Nasi dan malt digabung bukan hanya untuk mencampur aroma biji-bijian, melainkan menghasilkan rasa manis dari pati. Dalam nama Korea itu, gireum tidak berarti minyak cair.
Sakarifikasi untuk menghasilkan manis berbeda dari fermentasi alkohol. Sikhye biasa direbus dan didinginkan setelah dibuat manis; penggunaan nasi tidak membuatnya sama dengan minuman beralkohol seperti makgeolli. Istilah Korea untuk membiarkan bahan berubah tidak selalu menunjukkan proses dan hasil yang sama pada semua makanan.
Tingkat manis berbeda menurut resep. Gula atau pemanis lain dapat ditambahkan pada gula yang terbentuk, dan rasa manis juga dapat muncul tanpa gula tambahan. Periksa rasa dan bahan, jangan menganggap label tradisional atau buatan rumah berarti kurang manis.
Bagaimana urutan dasarnya?
Siapkan air malt, tambahkan nasi matang, lakukan sakarifikasi pada suhu yang sesuai, lalu rebus dan dinginkan. Panduan resep hari raya Badan Pengembangan Pedesaan Korea (bahasa Korea) memisahkan tahap merendam dan menyaring malt, mengendapkannya, menggunakan cairan atas bersama nasi, lalu merebus. Jahe atau penyesuaian rasa manis dapat ditambahkan menurut resep.
Mengendapkan air malt dan menggunakan cairan atas memengaruhi partikel dan kekeruhan. Suhu juga penting. Entri sikhye Ensiklopedia Budaya Korea (bahasa Korea) menjelaskan bahwa suhu terlalu rendah atau tinggi menyulitkan pembentukan rasa yang diinginkan. Proses ini bukan sekadar membiarkan nasi lama-lama.
Di rumah, atur air, jumlah nasi dan suhu sesuai petunjuk malt atau produk sikhye dan resep. Fungsi penghangat penanak nasi tidak selalu memiliki kondisi yang sama. Periksa produk dan resep sendiri daripada hanya mengambil waktu yang dipakai orang lain.
Ingat bahwa perebusan mengikuti tahap pembentukan rasa manis. Jangan menganggap cairan manis pada tahap awal sudah menjadi minuman siap disimpan atau meninggalkan sikhye jadi pada suhu ruang agar lebih manis. Ikuti petunjuk penyimpanan resep atau produk.
Apakah butiran nasinya dimakan?
Butiran nasi adalah bagian sajian dan dapat dimakan. Nasi dalam minuman mungkin tampak asing, tetapi menambah rasa biji-bijian dan tekstur. Minum sedikit cairan lalu ambil nasi dengan sendok, atau minum bersama beberapa butir.
Jumlah dan keadaannya bervariasi. Beberapa cara mengangkat dan membilas nasi sebelum menambahkannya ke minuman jadi; sebagian produk hanya memiliki sedikit atau tidak ada butiran. Lebih banyak nasi bukan ukuran mutu universal. Pilih sesuai keinginan mengunyah atau minum cairan yang lebih jernih.
Jika nasi berkumpul di dasar, aduk ringan dan ambil dengan sendok. Sendok lebih mudah mengatur jumlah daripada memaksa nasi melalui sedotan sempit. Butiran terapung atau tenggelam saja tidak menunjukkan kesegaran; periksa label dan kondisi penyimpanan.
Perbedaan sikhae dan sikhye Andong
Sikhye dan sikhae terdengar mirip tetapi berbeda. Entri sikhae Ensiklopedia Budaya Korea (bahasa Korea) menjelaskan ikan yang difermentasi dengan garam dan nasi. Sikhae ikan sebelah, misalnya, bukan minuman nasi manis.
Sikhye Andong memiliki nama serupa tetapi rasa dan bahannya berbeda dari minuman manis bening yang lebih umum. Entri sikhye Andong (bahasa Korea) menyebut nasi, lobak, jahe, cabai bubuk dan air malt. Jangan mengharapkan rasa yang sama hanya berdasarkan namanya.
| Nama | Bahan dan bentuk utama | Perbedaan |
|---|---|---|
| Sikhye | Minuman manis dari nasi dan malt | Aroma biji-bijian, manis dan tekstur nasi |
| Sikhae | Ikan difermentasi dengan garam, nasi dan bahan lain | Bukan minuman pencuci mulut manis |
| Sikhye Andong | Minuman daerah dengan nasi, lobak, jahe dan cabai | Dapat terasa pedas dan menyengat |
Apakah gamju dan sujeonggwa sama?
Gamju kadang dipakai sebagai nama lain sikhye. Dalam penjelasan makanan tradisional, istilah itu juga dapat membedakan versi dengan nasi lebih terurai dan rasa manis lebih kuat. Penggunaan sehari-hari dan literatur tidak selalu sama; tanyakan apakah ada nasi dan apakah disajikan dingin atau hangat.
Sujeonggwa adalah minuman tradisional yang menonjolkan aroma kayu manis dan jahe, dengan dasar berbeda dari sakarifikasi nasi dan malt. Keduanya bukan minuman sama yang hanya berbeda warna. Pilih sikhye untuk aroma biji-bijian dan nasi, atau sujeonggwa untuk aroma kayu manis.
Pilih berdasarkan manis, aroma dan nasi
Sikhye dikenal pada hari raya dan setelah makan, tetapi tidak terbatas satu musim. Sajian dingin umum dan ada yang memakai es serut. Es yang mencair mengubah rasa dan suhu; cicipi satu atau dua teguk untuk menilai konsentrasi.
- Jika rasa manis penting, periksa gula tambahan dan label gizi. Nama buatan tangan atau tradisional tidak menetapkan tingkat manis.
- Periksa apakah jahe, yuja atau aroma lain ditambahkan, lalu pilih aroma biji-bijian dasar atau tambahan yang diinginkan.
- Periksa keberadaan nasi serta jumlah es untuk memperkirakan cara minum dan teksturnya.
- Ikuti petunjuk penyimpanan sebelum dan sesudah dibuka. Produk tahan suhu ruang dan minuman dingin yang dituangkan di toko bisa berbeda.
Sikhye tepat dipahami sebagai minuman manis untuk dinikmati. Kebiasaan meminumnya setelah makan tidak menjamin dapat mengatasi masalah pencernaan. Cicipi sedikit untuk mengenali aroma dan manisnya, lalu pilih apakah ingin memakan butiran nasi.






