Makanan Jepang / Yakitori: tusuk ayam, bumbu, dan tips memesan

Yakitori adalah hidangan Jepang berupa daging ayam dan berbagai bagiannya yang ditusuk lalu dipanggang. Bumbu yang umum ialah shio atau garam dan tare, saus manis gurih. Untuk pertama kali, cobalah negima yang menyelang-seling ayam dan daun bawang atau tsukune dari ayam cincang.

Apa itu yakitori?

Yakitori dibuat dari potongan ayam seukuran sekali gigit yang ditusuk dan dipanggang. Selain paha dan dada, tersedia kulit, jantung, atau ampela. Bagian, ukuran, dan cara memanggang berbeda menurut restoran sehingga nama yang sama tidak selalu berarti tekstur dan jumlah yang sama.

Negima memadukan ayam dan daun bawang, sedangkan tsukune dibentuk dari daging cincang. Panduan yakitori Organisasi Pariwisata Nasional Jepang menjelaskan bagian ayam dan bumbu. Restoran yakitori juga dapat menjual tusuk daging lain atau sayuran, jadi periksa menu.

Apa saja jenis tusuk dan bagian ayamnya?

  • Negima: ayam dan daun bawang yang disusun bergantian.
  • Momo: paha ayam dengan tekstur relatif empuk.
  • Sasami: bagian tenderloin bercita rasa ringan, kadang disajikan dengan wasabi.
  • Tsukune: ayam cincang berbentuk bola atau memanjang; bahan tambahan dan saus berbeda-beda.
  • Kawa dan sunagimo: kulit dan ampela ayam, dengan tekstur yang berbeda dari potongan daging.

Beberapa tusuk memiliki bumbu yang sudah ditentukan. Untuk bagian yang belum dikenal, pesan sedikit dan tanyakan isinya.

Tusuk negima ayam dan daun bawang di samping bola ayam tsukune

Apa perbedaan shio dan tare?

Shio menggunakan garam agar rasa daging tetap terasa. Tare biasanya saus berbahan dasar kecap asin dengan rasa manis dan gurih yang memberi kilap saat dioleskan selama pemanggangan. Resep, kadar asin, dan rasa manis berbeda menurut restoran.

Jika keduanya tersedia untuk tusuk yang sama, pesan masing-masing satu untuk membandingkan. Kecap asin dapat mengandung gandum dan kedelai; beberapa resep menggunakan mirin atau bahan beralkohol lain. Periksa saus tertentu jika memiliki alergi atau pantangan.

Tusuk ayam berbumbu garam di samping tusuk berlapis saus tare

Bagaimana memesan dan menyantap di restoran?

  1. Periksa bagian dan jumlah. Pastikan harga untuk satu tusuk atau satu set, dan tanyakan bagian yang belum dikenal.
  2. Pilih bumbu. Tanyakan apakah shio atau tare tersedia. Negima adalah kombinasi ayam dan daun bawang yang mudah dicoba.
  3. Sampaikan alergi dan pantangan. Tanyakan gandum atau kedelai dalam saus, telur dalam tsukune, dan penggunaan bersama alat masak.
  4. Makan setelah matang menyeluruh. Tusuk bisa panas. Jika ayam atau daging cincang terlihat kurang matang, minta dimasak lebih lanjut.

Apa yang perlu diperhatikan saat membuatnya di rumah?

Potong ayam dan daun bawang dengan ukuran serupa, tusuk, lalu panggang dengan garam atau saus yang disiapkan. Ukuran daging yang merata membantu pemasakan. Atur api karena saus mudah gosong dan jangan mengoleskan saus yang terkena daging mentah pada makanan matang.

Kementerian Pertanian Jepang menyarankan memasak ayam hingga bagian tengah dan menjaga kebersihan alat. Cuci tangan, pisau, talenan, serta penjepit setelah menyentuh daging mentah dan gunakan alat terpisah untuk makanan matang. Warna permukaan saja tidak menjamin bagian tengah matang dengan aman.

Apa yang diperiksa jika memiliki pantangan makanan?

Tusuk ayam tidak sesuai untuk vegetarian. Tusuk sayur pun dapat menggunakan lemak ayam, saus hewani, atau panggangan yang sama. Jelaskan kebutuhan dan kekhawatiran tentang kontak silang.

Jika alergi gandum atau kedelai, periksa juga bumbu rendaman. Tsukune dapat mengandung telur atau gandum dan komposisinya berbeda-beda. Jika informasi kurang, tanyakan bahan serta cara memasak tusuk yang dipilih.