Makanan Korea / Apa Itu Kongguksu? Mi Kuah Kedelai Dingin dan Pilihan Bumbu
Kongguksu adalah mi dingin dalam kuah yang dibuat dari kedelai matang yang dihaluskan. Rasa kedelai yang gurih dan kuah kental menjadi pusatnya, berbeda dari naengmyeon yang asam atau bibim-guksu yang pedas. Cicipi kuah sebelum menambahkan garam atau gula agar bumbunya dapat disesuaikan tanpa kehilangan keseimbangan awal.
Kuah putih berasal dari kedelai
Dasar kongguksu dibuat dengan merendam dan memasak kedelai, lalu menghaluskannya dengan air. Mi matang didinginkan, dimasukkan ke mangkuk, dan disiram kuah kedelai dingin. Irisan mentimun atau tomat dapat menjadi topping. Meskipun tampak putih dan pekat seperti krim, dasar kuah biasanya kedelai, bukan produk susu.
Ensiklopedia Kebudayaan Korea, dalam bahasa Korea, mendefinisikan kongguksu sebagai mi matang dalam kuah kedelai giling dan mencatat resep lama yang menggunakan mi terigu. Restoran masa kini tidak selalu memakai campuran kedelai, jenis mi, atau kekentalan yang sama.
Kehalusan penggilingan dan penyaringan serta jumlah air menghasilkan kuah yang mudah diminum hingga kuah yang terasa berat di sendok. Perhatikan rasa dan kekentalan tanpa menganggap semakin kental selalu semakin baik. Kesesuaian dengan mi dan tekstur yang Anda sukai lebih berguna sebagai ukuran.
Cicipi sesendok kuah sebelum mi
Bumbu yang kuat dapat menyamarkan rasa kedelai. Sebelum mengurai mi, cicipi sedikit kuah dan perhatikan aroma gurih, manis, dan asinnya. Ini membantu membedakan rasa kedelai dari aroma topping atau bahan lain.
Kemudian uraikan mi perlahan dan coba bersama kuah. Mi yang diangkat sendiri mungkin terasa kurang berbumbu, sedangkan kuah saja bisa terasa lebih kuat daripada keseluruhan hidangan. Mengatur bumbu setelah mencicipi mi berkuah membantu menilai keseimbangan saat makan.
Kedelai yang digiling halus terasa lembut, sementara partikel kecil memberi tekstur yang lebih nyata. Jika endapan atau kekentalan tampak tidak merata, aduk perlahan. Es yang mencair mengubah suhu dan konsentrasi, sehingga kekentalan awal tidak selalu bertahan sampai akhir.
Garam atau gula: mana yang ditambahkan?
Garam dan gula sama-sama digunakan untuk membumbui kongguksu; tidak perlu menganggap salah satunya satu-satunya cara yang benar. Panduan makanan musim panas Korea Tourism Organization juga menyarankan mencicipi kuah dahulu lalu menambahkan garam atau gula sesuai selera.
Garam menambah rasa asin pada kuah yang ringan, sedangkan gula menonjolkan rasa manis. Beberapa restoran sudah membumbuinya, jadi adanya bumbu di meja bukan alasan untuk langsung menambahkan semuanya.
- Cicipi sedikit kuah, lalu uraikan mi dan coba satu suapan.
- Jika perlu, tambahkan sedikit garam atau gula. Bila ragu, ambil sedikit kuah ke piring kecil untuk membandingkan dahulu.
- Aduk rata dan cicipi lagi; tambahkan hanya jika masih diperlukan.
Jika akan makan dengan lauk asin seperti kimchi, cobalah bersama lauk sebelum menentukan bumbu akhir. Kuah yang terasa pas sendiri bisa menjadi terlalu asin bersama lauk. Bumbu yang sudah dicampur ke seluruh mangkuk sulit diambil kembali, jadi tambahkan sedikit demi sedikit.
Kongguksu biasa dan kedelai hitam seoritae
Selain kuah putih atau gading, ada yang berwarna keabu-abuan. Kedelai berkulit hitam seperti seoritae atau kulit yang ikut digiling dapat mengubah warna dan tampilan partikel. Korea Tourism Organization tentang kongguksu seoritae menjelaskan kuah dingin dari kedelai berkulit hitam dan bagian dalam hijau.
Kuah seoritae tidak harus hitam pekat. Warna dan tekstur bergantung pada pengupasan, campuran kedelai, serta penggilingan dan penyaringan. Warna lebih gelap saja tidak membuktikan kandungan kedelai lebih tinggi atau nilai gizi lebih unggul.
Saat memilih, tanyakan kekentalan dan kehalusan selain jenis kedelai. Aroma gurih dan tekstur di mulut memberi gambaran lebih baik daripada nama saja; dua restoran yang menyajikan seoritae pun dapat menghasilkan rasa berbeda.
Bagaimana perbandingannya dengan mi lain?
Kongguksu dan naengmyeon (bahasa Inggris) sama-sama mi dingin, tetapi kuah kedelai yang keruh dan gurih berbeda dari kuah naengmyeon berbahan kaldu atau air kimchi lobak dongchimi. Jangan menganggap cuka dan mustard sebagai tambahan standar hanya karena keduanya dingin.
| Rasa yang diinginkan | Menu | Yang diperiksa |
|---|---|---|
| Kuah dingin dan gurih | Kongguksu | Kekentalan dan bumbu kuah, jenis mi |
| Kuah dingin dan asam | Mul-naengmyeon | Dasar kuah serta cuka dan mustard |
| Mi dengan saus merah | Bibim-guksu atau bibim-naengmyeon | Bahan dan kekenyalan mi, pedas dan asam |
| Mi berkuah hangat | Janchi-guksu atau kalguksu | Kaldu, mi, dan topping |
Kongguksu dapat menggunakan somyeon tipis atau mi yang lebih tebal. Mi tipis berpadu ringan dengan kuah, sedangkan mi tebal dapat terasa lebih kenyal. Jika foto menu kurang jelas, tanyakan jenis mi yang digunakan.
Periksa bahan dan ketersediaan musiman
Kongguksu populer saat musim panas dan beberapa restoran hanya menjualnya sebagai menu musiman. Restoran khusus dapat menjualnya pada waktu lain. Jika datang khusus untuk mencobanya, periksa ketersediaan sebelum berkunjung.
Kuah kedelai berbahan tumbuhan tidak memastikan seluruh hidangan juga demikian. Topping telur atau bahan tambahan lain mungkin digunakan; untuk kebutuhan vegetarian atau vegan, periksa kuah, mi, dan topping secara terpisah. Jika menghindari kedelai, kacang, atau bahan lain, tanyakan campuran kuah, bukan hanya topping.
Untuk mangkuk pertama, mulai dari rasa asli lalu sesuaikan sedikit demi sedikit sambil menikmati mi dan lauk. Menemukan apakah Anda menyukai tekstur kuah gurih dan mi dingin lebih berguna daripada menentukan satu jawaban benar antara garam dan gula.






