Makanan Jepang / Sushi: Perbedaan dengan Sashimi, Jenis, dan Cara Memesan
Sushi adalah hidangan Jepang berupa nasi berbumbu cuka yang dipadukan dengan ikan, makanan laut, telur, atau sayuran. Berbeda dari sashimi yang umumnya berupa irisan ikan atau makanan laut tanpa porsi nasi yang dipadukan, sushi dapat memakai bahan mentah maupun matang dan tidak selalu mengandung ikan. Saat memilih, periksa bentuk, bahan, dan apakah makanan lautnya mentah.
Apa perbedaan sushi dan sashimi?
Nasi bercuka merupakan unsur utama sushi. Bahan yang diletakkan di atas atau di dalamnya dapat berupa ikan, kerang, udang matang, telur, atau sayuran. Panduan sushi Organisasi Pariwisata Nasional Jepang menjelaskan perpaduan nasi berbumbu dengan lauk mentah atau matang. Sashimi umumnya berarti irisan ikan atau makanan laut yang disajikan tanpa porsi nasi yang dipadukan seperti pada sushi.
Nama sushi tidak berarti semua bahannya mentah atau selalu mengandung ikan. Ada sushi telur dan mentimun, sedangkan sebagian makanan laut dimasak atau diawetkan dengan bumbu. Pilihan yang tampak berbahan sayuran pun dapat mengandung bahan hewani dalam saus atau kaldunya; jika memiliki pantangan, tanyakan cara pembuatannya.
Apa perbedaan nigiri, maki, dan chirashi?
- Nigiri: nasi yang dibentuk seukuran sekali suap dengan ikan, udang matang, telur, atau bahan lain di atasnya.
- Maki: nasi dan isian digulung dengan rumput laut atau pembungkus lain lalu dipotong. Mentimun adalah salah satu isian tanpa ikan, tetapi resepnya berbeda-beda.
- Chirashi: nasi sushi dalam mangkuk atau wadah dengan bahan yang ditaburkan di atasnya atau dicampur, bergantung pada cara pembuatan.
- Inari: kantong tahu goreng berbumbu yang diisi nasi sushi. Periksa bumbu dan bahan tambahannya.
Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang menyebut udang matang dan telur selain ikan sebagai bahan nigiri. Ukuran, lauk, dan bumbu berbeda menurut restoran; baca menu yang tersedia dan jangan menganggap setiap pilihan sama dengan foto.
Apa yang perlu diperiksa sebelum memesan?
- Bentuk dan jumlah: tanyakan apakah pesanan berupa aneka pilihan atau satu jenis dan berapa potong isinya. Satu paket belum tentu berisi semua lauk pada foto.
- Bahan dan tingkat kematangan: periksa apakah ikan atau kerang mentah atau matang dan, bila diperlukan, apakah saus mengandung telur, susu, gandum, atau kedelai. Jika alergi, tanyakan kemungkinan kontak silang melalui pisau dan permukaan kerja yang digunakan bersama.
- Bumbu: tanyakan apakah wasabi sudah ada di dalam, kecap asin disajikan terpisah, atau lauk sudah diberi saus.
- Jumlah pesanan: mulai dengan sedikit untuk menilai ukuran dan rasa, lalu tambah jika diinginkan.
Di restoran dengan ban berjalan, hubungan warna piring, layar pesanan, dan harga berbeda menurut restoran. Periksa harga per piring dan pesanan terpisah; untuk alergi atau pantangan, tanyakan kepada staf dan jangan hanya mengandalkan warna piring.
Bagaimana menggunakan kecap asin dan wasabi?
Cobalah satu potong dengan sedikit bumbu tambahan agar rasa asam nasi dan rasa lauknya terasa. Jika memakai kecap asin, tuang sedikit ke wadah dan sentuhkan bagian lauk dengan ringan. Nasi dapat menyerap terlalu banyak kecap, menjadi asin, dan hancur. Cicipi dahulu sushi yang sudah diberi saus sebelum menambahkannya.
Gunakan tangan atau sumpit sesuai kenyamanan. Jika potongan terlalu besar atau lauknya panas, bagi atau dinginkan terlebih dahulu. Acar jahe, jika tersedia, dapat dimakan di antara jenis sushi yang berbeda. Kebiasaan tiap restoran dan orang berbeda; tidak ada urutan wajib.
Siapa yang perlu menghindari sushi dengan ikan mentah?
Karena risiko penyakit akibat makanan, orang hamil, anak-anak, lansia, dan orang dengan sistem imun lemah sebaiknya menghindari ikan dan makanan laut mentah atau kurang matang. Panduan keamanan makanan laut Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat menyarankan makanan laut yang matang sempurna bagi kelompok ini. Ikuti anjuran kesehatan setempat dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan bila diperlukan.
Nasi bercuka, kecap asin, dan wasabi tidak memasak ikan mentah hingga aman. Pembekuan dapat membunuh sebagian parasit, tetapi tidak menghilangkan semua mikroorganisme berbahaya. Saat memilih sushi matang atau sayuran, tanyakan pula bahan dan penggunaan bersama alat serta permukaan.
Bagaimana menangani sushi kemasan dan sisanya?
Pastikan penjual menyimpan produk dalam keadaan dingin dan ikuti suhu penyimpanan serta batas konsumsi pada kemasan. Tanyakan cara menjaga produk tetap dingin selama perjalanan dan kapan sebaiknya dimakan. Ikan, nasi, telur, dan saus membutuhkan penanganan yang berbeda, sehingga nama sushi saja tidak menentukan satu batas penyimpanan untuk semua produk.
Jangan menganggap sushi dengan riwayat penyimpanan yang tidak diketahui aman hanya dari tampilan atau baunya. Untuk sisa makanan, ikuti petunjuk penjual dan panduan keamanan pangan setempat. Mendinginkan kembali produk yang terlalu lama berada di luar pendingin tidak otomatis membuatnya aman.






