Makanan Korea / Songpyeon: Kue Beras Berisi, Daun Pinus dan Chuseok

Songpyeon adalah kue beras Korea yang dibuat dengan membentuk adonan tepung beras mengelilingi isian seperti wijen, kacang atau kastanye, lalu mengukusnya. Bentuk setengah bulan umum dikenal, tetapi ukuran, bentuk dan bahan adonan berbeda menurut daerah dan cara membuatnya. Sebagai makanan khas Chuseok, songpyeon lebih mudah dipilih dengan memeriksa isiannya daripada warna luar.

Beras apa yang digunakan?

Songpyeon dasar menggunakan tepung beras nonketan, jenis beras yang lazim dimasak sebagai nasi, berbeda dari beras ketan. Kue beras yang kenyal tidak selalu dibuat dari ketan. Entri songpyeon Ensiklopedia Budaya Korea (bahasa Korea) menjelaskan tepung beras nonketan yang diuleni dengan air panas, diisi, dibentuk dan dikukus.

Ikbanjuk berarti menguleni tepung dengan air panas. Setelah adonan dapat dibentuk, isian dimasukkan dan tepinya dirapatkan. Kulit dan isi dapat dirasakan secara terpisah. Bentuknya berbeda dari seolgi yang dikukus sebagai hamparan tepung atau garaetteok yang dibentuk memanjang lalu dipotong.

Songpyeon beras memiliki kulit halus dan lentur yang membungkus isian, sehingga teksturnya berbeda saat dikunyah. Campuran tepung, ketebalan kulit dan waktu sejak dikukus memengaruhi kekerasan dan kekenyalan. Versi daerah dengan kentang atau bahan lain tidak dapat digambarkan dengan satu tekstur saja.

Bagaimana perbedaan isian wijen, kacang dan kastanye?

So adalah bahan yang dimasukkan ke dalam. Nama dapat menyebutkan isian, misalnya wijen atau kacang. Kulit putih yang tampak sama bisa berisi bahan berbeda, jadi periksa label atau tanyakan penjual daripada menebak dari warna.

Isian Rasa dan tekstur umum Yang diperiksa
Wijen Wijen tumbuk yang gurih dengan rasa manis Tingkat manis dan kelembapan isian
Kacang Rasa kacang matang dan tekstur kunyah Kacang utuh atau tumbuk, serta pemanis
Kastanye Tekstur lembut agak rapuh dan manis ringan Potongan atau isian yang dihaluskan
Kacang merah / kacang hijau Rasa kacang gurih dengan isian lembut Keberadaan kulit, rasa manis dan bahan campuran

Jumlah gula atau madu berbeda menurut resep. Isian kacang tidak selalu asin, dan isian wijen tidak selalu sama manis. Jika menginginkan rasa ringan, tanyakan cara membumbui isian selain jenis bahannya.

Songpyeon putih berisi wijen dan songpyeon hijau berisi kacang yang dipotong

Isian wijen yang panas bisa terasa lebih panas daripada kulit atau mengalir keluar. Dinginkan kue yang baru dikukus dan bagi kecil-kecil. Melihat potongannya juga membantu mengenali isian daripada memasukkan satu kue utuh ke mulut.

Mengapa dikukus di atas daun pinus?

Secara tradisional, daun pinus dapat diletakkan di bawah dan di antara kue untuk mengurangi lengket dan memberi aroma. Panduan kue beras kukus Korean Food Promotion Institute (bahasa Korea) menjelaskan adonan, isian dan kegunaan daun pinus. Daun tersebut biasanya digunakan untuk mengukus, bukan sebagai isian untuk dikunyah.

Alat dan lingkungan produksi modern berbeda, sehingga aroma pinus tidak selalu sama. Tidak adanya daun pada piring bukan berarti bukan songpyeon. Lepaskan daun yang menempel sebelum makan dan perhatikan aromanya secara terpisah.

Songpyeon berjarak di atas daun pinus dalam kukusan

Panduan membentuk songpyeon dari Korean Food Promotion Institute (bahasa Korea) memisahkan tahap adonan air panas, isian, penutupan dan pengukusan. Menutup rapat membantu mencegah isi bocor. Di rumah, kadar air tepung dan ukuran kue berbeda; ikuti resep dan periksa kematangan, jangan gunakan satu waktu untuk semua versi.

Apakah warna hijau berarti mugwort?

Selain adonan putih, mugwort, labu manis atau beras hitam dapat memberi warna dan aroma. Songpyeon hijau bisa menggunakan mugwort atau daun ramie dengan aroma berbeda. Warna hanyalah petunjuk, bukan label pasti bahan atau isian.

Songpyeon mugwort biasanya menjelaskan adonan luar, sedangkan songpyeon wijen menjelaskan isian. Keduanya bisa ada pada satu kue, misalnya adonan mugwort berisi wijen. Memisahkan jenis kulit dan isian membantu memahami paket campuran.

Setengah bulan kecil memang umum, tetapi ada bentuk daerah yang lebih pipih atau memiliki bekas tekanan jari. Korean Food Promotion Institute juga memperkenalkan versi dengan adonan kentang dan daun ramie. Bentuk berbeda tidak otomatis tidak autentik; perhatikan bahan dan cara membentuk setempat.

Hubungan songpyeon dan Chuseok

Pada Chuseok ada tradisi menyiapkan makanan dari hasil panen dan membuat serta berbagi songpyeon. Ensiklopedia Budaya Korea menghubungkan songpyeon dari beras baru dengan upacara leluhur dan kunjungan makam saat Chuseok. Kue ini juga terkait suasana keluarga yang membentuk dan membagikan makanan.

Tidak semua keluarga membuatnya pada hari yang sama, menggunakan metode atau isian yang sama. Ada yang membuat di rumah dan ada yang membeli. Disebut makanan khas Chuseok tidak berarti semua rumah mengikuti kebiasaan yang identik.

Waktu pertama kali dibuat sulit dipastikan. Penjelasan tentang bentuk setengah bulan atau keberuntungan dari membuat kue yang indah harus dibedakan sebagai cerita dan kepercayaan budaya. Memahami beras, isian, pembentukan dan pengukusan membantu mengenali rasa dan bentuk sebenarnya.

Yang diperiksa saat membeli dan makan

Tanyakan adonan, isian, jumlah atau berat, dan apakah produk untuk dimakan hari itu atau dijual beku. Untuk paket hadiah, tanyakan apakah hanya warna kulit yang berbeda atau isiannya juga beragam. Kemasan yang sama besar dapat berisi kue berukuran dan berproporsi isian berbeda.

Meski kecil, kue beras lentur dan lengket; bagi kecil dan kunyah dengan baik daripada memasukkan banyak sekaligus. Teh tawar atau air bisa menyertai, sedangkan saus manis tambahan biasanya tidak diperlukan. Periksa wijen, kacang dan bahan lain di dalam isian, bukan hanya kulit beras.

Jika dimakan nanti, ikuti petunjuk penyimpanan dan pemanasan penjual. Jangan menganggap penyimpanan lama pada suhu ruang selalu sesuai atau menelan kue yang sudah keras begitu saja. Mulai dengan sedikit kue berlabel isian jelas, lalu bandingkan ketebalan dan rasa manisnya.